Sunday, July 28, 2013

Hidayah Untuk Sang Gitaris


Ini sebenarnya cerita lama, tapi tak apalah saya bagikan agar kita semua bisa mendapat hikmah dan inspirasi dari pengalaman kisah hidupnya. Hidayah untuk sang gitaris, cocokkan judulnya? hehehe. Baiklah selamat menyimak dan membaca.

Anda penggemar Sheila On 7 tentunya mengenal mantan gitaris grup band asal jogya ini, namanya Sakti Ari Seno. Siapa menyangka bahwa sang gitaris kini telah meninggalkan hingar bingar dunia hiburan dan fokus pada keislamannya. Pria kelahiran 14 Juni 1980 ini memutuskan keluar dari grup band Sheila On 7 pada tahun 2006 dan perlahan-lahan fokus pada ajaran-ajaran dalam agama Islam.

Apa sih yang melatarbelakangi Sakti Ari Seno untuk mendalami Islam? begini awal mulanya, berawal ketika akan berangkat menuju Malaysia untuk mengikuti event penghargaan para musisi, sembari menunggu pesawat, ia berjalan-jalan disebuah toko buku. Ia tertegun pada sebuah buku berjudul "menjemput sakaratul maut bersama Rasulullah". Pikirannya pun melayang tak tentu, ia membayangkan bagaimana jika pesawat yang ditumpanginya tiba-tiba jatuh lalu ia dan ratusan penumpang lainnya tewas dalam penerbangan. Seketika hatinya bergetar membayangkan dirinya di akhirat tanpa amal kebaikan dan lebih banyak perbuatan dosa. Apalagi pada waktu itu memang sedang heboh-hebohnya berita kecelakaan pesawat.


“Saya bayangkan kalau pesawat terbang saya terhempas dan saya mati, apa bekal yang sudah saya punya? Saya tiada apa-apa. Tapi saya percaya mati tetap akan datang kepada saya pada waktu yang tidak bisa kita perkirakan,” ceritanya dia kemudian membeli buku tersebut dan setelah selesai membaca buku tersebut sepanjang kembali dari Malaysia. Ternyata petunjuk Allah tidak berakhir disitu saja, kembali ke Indonesia, ia mendapati ibunya sakit keras. Bayang-bayang akan kematian semakin membuat dirinya 'terbuka'. Dan sejak saat itulah perlahan-lahan ia mulai meninggalkan ranah hiburan dan fokus untuk belajar Islam. 

Dibawah ini beberapa foto Sakti Ari Seno yang kini lebih akrab disapa Salman Al Jugjawy.
Foto Ketika Aktif Ngeband.





Dan lihatlah perubahannya kini.


"Kita semua akan mati. Masalah waktunya, kita tak pernah tahu,” ujarnya pelan.

Suka Dengan Artikel Ini ?

0 comments "Hidayah Untuk Sang Gitaris", Baca atau Masukkan Komentar

Post a Comment

Followers

Google+ Followers

Sponsor Lagi

 
 
Copyright © 2013. Bukan Catatan Manusia Biasa - All Rights Reserved
Design by Luhur Muhammad Fatah | Powered By Blogger.com