Tuesday, March 4, 2014

Hati-Hati Dengan Lisan



Lisan merupakan anugerah sekaligus amanah dari Allah yang harus kita jaga sebaik mungkin. Amanah dan Anugerah yang akan dimintai pertanggungjawabannya oleh Allah kelak di hari Kiamat.

Dikatakan sebagai Anugerah karena dapat menyelamatkan pemiliknya dan meninggikan derajatnya. Dan dikatakan pula sebagai Amanah karena jika pemiliknya lalai dalam menjaganya, dapat menyebabkan penyesalan dan menjerumuskannya pemiliknya ke dalam jurang neraka.

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda dalam sebuah hadits yang diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu [yang artinya]:

"Sungguh seorang hamba mengucapkan satu kalimat yang mendatangkan keridhoan Allah, namun dia menganggapnya ringan, karena sebab perkataan tersebut Allah meninggikan derajatnya. Dan sungguh seorang hamba mengucapkan satu kalimat yang mendatangkan kemurkaan Allah, namun dia menganggapnya ringan, dan karena sebab perkataan tersebut dia dilemparkan ke dalam api neraka." (HR. Bukhari dan Muslim)

Banyak manusia yang kurang perhatian & cenderung meremehkan dalam hal menjaga lisan. Bahkan ironinya, sebagian mereka justru telah terbiasa menggunakan lisannya untuk mencela & mencaci maki manusia, berdusta, ghibah (menggunjing, atau mengadu domba, berdebat tanpa hikmah, bercanda berlebihan, bersaksi palsu dll

Banyak hubungan kekeluargaan & kekerabatan putus dan hancur karena lisan?! Banyak hati yang tercerai berai, pertumpahan darah & hilangnya nyawa manusia disebabkan oleh lisan! Banyak orang-orang terzhalimi yang disebabkan oleh lisan? Berapa banyak wanita-wanita baik-baik dicerai juga disebabkan oleh lisan? Berapa banyak harta benda dirampas karena ulah lisan? Dan banyak wanita-wanita shalihah dituduh berzina lewat lisan?

Lisan merupakan penjaga pahala amalan kebaikan yang kita lakukan. Dalam hadits yang diriwayatkan oleh imam At-Tirmidzi dari sahabat Mu'adz bin Jabal radhiyallahu 'anhu ketika beliau bertanya kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam tentang amalan yang dapat memasukkannya ke dalam surga dan menjauhkannya dari neraka, kemudian Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam menyebutkan tentang rukun iman dan beberapa pintu-pintu kebaikan, Kemudian setelahnya Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam berkata kepada Mu'adz: "MAUKAH kujelaskan kepadamu sesuatu yang dapat MENJAGA [pahala dari amalan] itu semua?" kemudian beliau MEMEGANG lisannya dan berkata: "JAGALAH INI" maka Mu'adz bin Jabal radhiyallahu 'anhu pun bertanya: "Wahai Nabi Allah, apakah kita akan DISIKSA dengan sebab PERKATAAN kita?" Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam menjawab: "ibumu kehilanganmu ya Mu'adz!! (ungkapan agar yang diajak bicara kemudian benar-benar memperhatikan perkataan selanjutnya). "Betapa banyak manusia TERSUNGKUR diseret ke neraka di atas wajah mereka atau di atas hidung mereka melainkan dengan sebab lisan mereka."

Maka dari itu, sejak mulai saat ini hendaklah kita lebih berhati-hati dalam berucap dan berbicara.
Bicara dan ucapkanlah perkataan yang baik..!! atau jika tidak mampu maka hendaklah kita diam, karena itu yang lebih selamat.

beberapa hadist lain berkaitan dengan menjaga lisan (ucapan) antara lain:
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda [yang artinya],
"Siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir hendaklah dia berkata baik atau diam." [HR. Al-Bukhari dan Muslim]

Dalam hadits yang lain Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda [yang artinya]:
"Barangsiapa yang mampu menjamin untukku apa yang ada di antara kedua rahangnya (LISAN) dan apa yang ada di antara kedua kakinya (KEMALUAN) aku akan menjamin BAGINYA surga." [HR. Bukhari]

Suka Dengan Artikel Ini ?

0 comments "Hati-Hati Dengan Lisan", Baca atau Masukkan Komentar

Post a Comment

Followers

Google+ Followers

Sponsor Lagi

 
 
Copyright © 2013. Bukan Catatan Manusia Biasa - All Rights Reserved
Design by Luhur Muhammad Fatah | Powered By Blogger.com